Massa Ojol Menuntut Presiden Venezuela Maduro Dibebaskan. Ratusan pengemudi ojek online di Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Venezuela pada 14 Januari 2026, menuntut pembebasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang mereka anggap sebagai korban intrik politik internasional; massa yang mengenakan seragam aplikator dan membawa spanduk bertuliskan “Maduro Korban Imperialisme” serta “Bebaskan Maduro, Bebaskan Rakyat Venezuela” ini mengklaim bahwa sanksi ekonomi dan tekanan dari negara-negara Barat telah membuat rakyat Venezuela menderita, aksi yang berlangsung damai ini berlangsung sekitar tiga jam dan menjadi sorotan karena jarang sekali komunitas ojol turun ke jalan untuk isu luar negeri, para pengemudi menyatakan solidaritas karena merasa nasib mereka mirip dengan rakyat Venezuela yang tertekan oleh kondisi ekonomi sulit. BERITA BOLA
Alasan Massa Ojol Turun ke Jalan: Massa Ojol Menuntut Presiden Venezuela Maduro Dibebaskan
Pengemudi ojol yang ikut aksi menjelaskan bahwa mereka melihat paralel antara situasi di Venezuela dan perjuangan mereka sendiri di Indonesia; Maduro, menurut mereka, menjadi sasaran karena menolak dominasi asing atas sumber daya minyak negara itu, sanksi yang diberlakukan selama bertahun-tahun telah menyebabkan hiperinflasi, kelangkaan bahan pokok, dan migrasi massal, kondisi ini mereka anggap sebagai bentuk penjajahan modern melalui ekonomi, salah satu koordinator aksi menyatakan bahwa sebagai pekerja informal yang sering merasakan tekanan dari platform besar dan kondisi ekonomi yang tidak menentu, mereka merasa terhubung dengan rakyat Venezuela yang juga menjadi korban sistem global yang tidak adil, aksi ini juga mendapat dukungan dari beberapa komunitas buruh dan aktivis sosial yang ikut bergabung dengan membawa spanduk serupa, sehingga massa yang awalnya hanya puluhan orang berkembang menjadi ratusan.
Respons Kedutaan dan Pemerintah Venezuela: Massa Ojol Menuntut Presiden Venezuela Maduro Dibebaskan
Kedutaan Besar Venezuela di Jakarta menyambut aksi tersebut dengan positif; seorang perwakilan kedutaan keluar menemui massa dan menerima petisi yang diserahkan secara langsung, ia menyampaikan terima kasih atas solidaritas dari rakyat Indonesia dan menyatakan bahwa dukungan seperti ini menjadi kekuatan moral bagi pemerintah Maduro dalam menghadapi tekanan eksternal, perwakilan tersebut juga menegaskan bahwa Presiden Maduro tetap memimpin negara secara sah meskipun ada upaya penggulingan dari luar, pemerintah Venezuela melalui pernyataan resmi menyebut aksi ini sebagai bukti bahwa suara rakyat kecil di berbagai negara masih mendukung perjuangan kedaulatan nasional, dukungan dari komunitas ojol ini menjadi viral di media sosial Venezuela, di mana warga setempat banyak yang mengapresiasi dan membagikan ulang foto serta video dari aksi tersebut.
Konteks Politik dan Solidaritas Global
Aksi massa ojol ini tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan bagian dari gelombang solidaritas internasional terhadap Maduro yang semakin terlihat sejak akhir 2025; di beberapa negara Amerika Latin dan Asia, demonstrasi serupa juga muncul meskipun dalam skala lebih kecil, tuntutan pembebasan Maduro dari tekanan sanksi dan intervensi asing menjadi narasi utama, para pengemudi ojol yang ikut aksi menyadari bahwa isu ini jauh dari kehidupan sehari-hari mereka, tapi mereka melihatnya sebagai perjuangan melawan ketidakadilan global yang juga memengaruhi pekerja informal di Indonesia, aksi ini mendapat perhatian media lokal dan internasional karena uniknya keterlibatan komunitas transportasi online dalam isu geopolitik, banyak yang memuji inisiatif ini sebagai bentuk kesadaran politik dari kalangan pekerja biasa yang jarang tersentuh oleh diskusi politik luar negeri.
Kesimpulan
Aksi massa ojol yang menuntut pembebasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dari tekanan internasional menjadi momen langka yang menunjukkan solidaritas lintas negara dari kalangan pekerja informal; meskipun isu ini terlihat jauh dari keseharian mereka, para pengemudi ojol berhasil menyuarakan keprihatinan atas ketidakadilan ekonomi global yang mereka rasakan sendiri, dukungan ini disambut hangat oleh pihak Venezuela dan menjadi simbol bahwa suara rakyat kecil masih punya kekuatan di panggung internasional, aksi damai ini juga menjadi pengingat bahwa isu politik luar negeri tidak lagi milik elit saja, tapi bisa disentuh dan didukung oleh masyarakat biasa di mana pun, semoga solidaritas seperti ini terus tumbuh dan membawa dampak positif bagi perjuangan kedaulatan dan keadilan di berbagai belahan dunia.