Hujan Lebat Ancam Jawa-Bali. Hujan lebat dengan intensitas tinggi kembali mengancam wilayah Jawa dan Bali sejak 26 Januari 2026 malam hingga setidaknya 29 Januari. Bibit siklon tropis yang masih aktif di Samudra Hindia selatan Jawa terus menarik massa udara basah, memicu potensi curah hujan ekstrem 150–350 mm dalam 72 jam di zona selatan Pulau Jawa dan sebagian Bali. BMKG memperpanjang status siaga merah untuk sebagian besar Jawa Tengah selatan, DI Yogyakarta, Jawa Timur selatan, serta Bali bagian selatan dan tengah. Hingga pagi 28 Januari, banjir bandang, longsor, dan banjir rob sudah menewaskan 8 orang dan memaksa ribuan warga mengungsi. Situasi ini mengulang pola cuaca ekstrem Januari yang sebelumnya juga melumpuhkan wilayah selatan Jawa. REVIEW WISATA
Penyebab dan Pola Cuaca Ekstrem: Hujan Lebat Ancam Jawa-Bali
Bibit siklon tropis yang terdeteksi sejak akhir Desember 2025 kini berada di sekitar 9–14°LS dan 105–115°BT dengan kecepatan angin maksimum 70–90 km/jam. Sistem ini menciptakan zona konvergensi angin monsun baratan yang sangat kuat, ditambah suhu permukaan laut di atas 29 °C dan kelembapan lapisan atas mencapai 92–98%. Akibatnya, awan cumulonimbus berkembang masif dan menghasilkan hujan lebat berkepanjangan disertai petir serta angin kencang 50–70 km/jam. Prakiraan hingga 29 Januari: hujan ekstrem masih melanda Jawa Tengah selatan (Cilacap, Kebumen, Purworejo), DI Yogyakarta (Bantul, Gunungkidul), Jawa Timur selatan (Banyuwangi, Jember, Lumajang), serta Bali (Badung, Gianyar, Denpasar selatan). Curah hujan kumulatif bisa mencapai 400–600 mm dalam 5 hari di zona merah, jauh melebihi normal Januari. Gelombang tinggi 4–7 meter juga mengancam pesisir selatan Jawa dan Bali.
Dampak terhadap Masyarakat dan Infrastruktur: Hujan Lebat Ancam Jawa-Bali
Hingga pagi 28 Januari, banjir bandang di Jawa Timur selatan (Banyuwangi, Jember, Lumajang) merendam ribuan rumah dan menutup akses Trans-Jatim. Longsor di lereng Gunung Lawu dan Gunung Wilis menewaskan 5 orang dan memutus jalur utama Solo–Madiun. Di Bali, banjir rob dan luapan sungai menggenangi Denpasar selatan dan Badung dengan ketinggian hingga 1,5 meter. Jawa Tengah selatan (Cilacap, Kebumen) melaporkan banjir sungai yang merendam pemukiman dan sawah seluas ribuan hektare. Total korban jiwa sementara 8 orang (5 longsor, 3 banjir bandang), lebih dari 12.000 rumah terendam, dan sekitar 28.000 warga mengungsi. Infrastruktur terdampak: listrik padam di ribuan desa, jaringan telepon dan internet terganggu, beberapa jembatan ambruk, dan akses jalan nasional terputus di 18 titik.
Respons Pemerintah dan Rekomendasi
BNPB dan BPBD provinsi sudah membuka posko darurat di 38 kabupaten/kota. Distribusi logistik darurat—tenda, makanan siap saji, air bersih, dan obat-obatan—sedang digesa, dibantu TNI-Polri dengan helikopter untuk daerah terisolasi. Presiden memerintahkan percepatan evakuasi preventif di zona merah dan penyaluran bantuan langsung ke pengungsi. BMKG memperpanjang status siaga merah hingga 29 Januari dan meminta masyarakat menghindari daerah rawan longsor serta sungai meluap. Rekomendasi utama: pantau prakiraan cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG, hindari aktivitas luar ruangan saat hujan deras, siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, dan dokumen penting. Nelayan diminta menunda melaut hingga gelombang reda. Pemerintah pusat menekankan pentingnya infrastruktur tahan bencana dan sistem peringatan dini yang lebih baik di daerah rawan.
Kesimpulan
Hujan lebat yang dipicu bibit siklon tropis di selatan Jawa kembali mengancam Jawa dan Bali pada 26–29 Januari 2026. Dampaknya sudah sangat berat—8 korban jiwa, ribuan rumah terendam, dan infrastruktur rusak di banyak titik. Respons pemerintah cepat, tapi tantangan besar masih menanti jika sistem ini terus menguat. Wilayah selatan Jawa dan Bali butuh kesiapsiagaan ekstra di sisa musim hujan ini. Waspada tetap jadi kata kunci—jangan anggap remeh hujan deras yang bisa berubah jadi bencana dalam hitungan jam. Semoga cuaca segera membaik dan masyarakat terdampak pulih secepatnya. Tetap aman di rumah kalau tidak mendesak!