Hujan Lebat Picu Banjir di Jawa Barat & Timur. Hujan lebat yang mengguyur sejak akhir Januari 2026 memicu banjir di berbagai wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, merendam ribuan rumah, memutus akses jalan, serta memaksa ratusan warga mengungsi. Kondisi ini diprediksi BMKG sebagai bagian dari puncak musim hujan yang diperkuat Monsun Asia dan zona konvergensi ITCZ, dengan potensi cuaca ekstrem berlanjut hingga awal Februari. REVIEW FILM
Pemicu dan Intensitas Hujan Ekstrem: Hujan Lebat Picu Banjir di Jawa Barat & Timur
Dinamika atmosfer akhir Januari ini sangat aktif: penguatan Monsun Asia membawa massa udara lembab dari utara, sementara pola pertemuan angin di selatan Pulau Jawa mempercepat proses naiknya udara dan pembentukan awan cumulonimbus tebal. BMKG mencatat curah hujan tinggi di Jawa Barat mencapai lebih dari 100 mm/hari di beberapa titik, bahkan kategori sangat lebat hingga ekstrem di wilayah seperti Bekasi, Karawang, dan sekitar Bogor. Di Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang memicu genangan dan luapan sungai di daerah lereng serta pesisir. Status siaga diberlakukan luas untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan peringatan hujan lebat hingga sangat lebat berlaku hingga 30 Januari 2026, disertai risiko angin kencang yang memperburuk kerusakan.
Dampak Banjir di Jawa Barat: Hujan Lebat Picu Banjir di Jawa Barat & Timur
Di Jawa Barat, banjir paling parah melanda kawasan Bekasi dan Karawang. Ratusan rumah di Bekasi terendam hingga 1,5 meter akibat kiriman air dari Bogor dan luapan Kali Bekasi. Tujuh kecamatan terdampak, dengan sirene peringatan dini meraung sejak dini hari 29 Januari. Di Karawang, banjir bandang setinggi 5 meter mengepung rumah dan kendaraan, lumpuhkan jalur arteri, serta picu kemacetan parah. Ribuan jiwa terdampak, termasuk evakuasi warga ke pengungsian sementara. Banjir juga merembet ke Subang dan Indramayu, dengan luapan Sungai Citarum dan Cibeet yang debitnya naik drastis. BPBD setempat berkoordinasi dengan BBWS untuk penanganan darurat, termasuk penyedotan dan penguatan tanggul.
Situasi di Jawa Timur dan Ancaman Lanjutan
Di Jawa Timur, hujan lebat sejak 28 Januari memicu banjir genangan di beberapa kecamatan Jember dan daerah lereng seperti Trenggalek. Potensi banjir bandang serta longsor tinggi di wilayah rawan, dengan angin kencang menumbangkan pohon dan merusak infrastruktur. Meski belum ada laporan banjir masif seperti di Jawa Barat, BMKG memperingatkan risiko meningkat hingga akhir bulan, terutama di kabupaten/kota rawan seperti Kediri, Lumajang, dan Banyuwangi. Masyarakat diimbau evakuasi mandiri jika hujan lebat lebih dari satu jam, serta menghindari lereng gunung. Penanganan darurat melibatkan BPBD provinsi dan kabupaten, dengan distribusi logistik dan pemantauan 24 jam.
Kesimpulan
Hujan lebat yang memicu banjir di Jawa Barat dan Jawa Timur ini jadi bagian dari cuaca ekstrem musim hujan 2025/2026 yang masih berlangsung kuat. Dengan ribuan warga terdampak dan potensi genangan serta longsor berlanjut, kewaspadaan dini serta koordinasi cepat antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat jadi kunci mengurangi korban. Pantau terus update prakiraan cuaca resmi agar bisa antisipasi lebih baik—musim hujan memang tak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan dengan persiapan matang. Semoga air segera surut dan wilayah kembali normal secepatnya.