Longsor Bandung Barat, Warga Masih Dicari. Longsor besar melanda Kampung Cikole, Desa Mekarsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa dini hari, 3 Februari 2026. Tanah longsor seluas sekitar 200 meter persegi menerjang belasan rumah dan warung di lereng bukit, menimbun puluhan warga yang masih tertidur. Hingga Rabu sore 4 Februari, tim SAR gabungan masih mencari 11 orang yang diduga tertimbun. Empat korban meninggal dunia sudah berhasil dievakuasi, sementara 18 orang lainnya selamat dengan luka ringan hingga sedang. Hujan deras yang mengguyur wilayah Lembang sejak Senin malam menjadi pemicu utama, ditambah kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi berkepanjangan sejak akhir Januari. INFO CASINO
Kronologi dan Kondisi Longsor: Longsor Bandung Barat, Warga Masih Dicari
Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Warga mendengar suara gemuruh keras diikuti getaran kuat sebelum tanah dan batu besar mengalir deras dari atas bukit. Material longsor menutupi badan jalan utama menuju Kampung Cikole serta beberapa rumah permanen dan semi permanen di bawahnya. Empat rumah hancur total, sementara belasan lainnya rusak berat. Di antara korban yang tertimbun terdapat keluarga lengkap, termasuk anak-anak dan lansia.
Tim Basarnas, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, Tagana, dan relawan langsung dikerahkan sejak pagi hari Selasa. Hingga Rabu siang, petugas berhasil mengevakuasi empat jenazah menggunakan alat berat ekskavator mini dan alat gali manual karena medan yang curam dan rawan longsor susulan. Pencarian masih terkendala cuaca yang belum sepenuhnya cerah, tanah yang masih labil, serta risiko longsor susulan akibat hujan sporadis yang turun kembali pada Rabu malam.
Posko utama didirikan di halaman Masjid Al-Hidayah Kampung Cikole, sementara tenda pengungsian sementara dibangun di lapangan desa terdekat. Warga yang kehilangan rumah sebagian besar ditampung di balai desa dan rumah-rumah warga yang aman. Bantuan logistik berupa makanan, selimut, dan obat-obatan sudah mulai berdatangan dari pemerintah kabupaten dan relawan.
Upaya Pencarian dan Tantangan di Lapangan: Longsor Bandung Barat, Warga Masih Dicari
Operasi SAR masih berlangsung dengan dua fokus utama: area longsor utama dan lereng atas yang diduga masih menyimpan material tambahan. Tim menggunakan anjing pelacak, alat pendeteksi kehidupan (life detector), serta drone untuk memetakan zona-zona potensial keberadaan korban. Beberapa warga yang selamat memberikan informasi tentang posisi keluarga mereka sebelum kejadian, membantu petugas mempersempit area pencarian.
Tantangan terbesar adalah kondisi tanah yang terus bergerak kecil-kecilan setiap hujan turun. Petugas harus bekerja dengan sangat hati-hati agar tidak memicu longsor baru yang bisa membahayakan tim dan korban yang mungkin masih hidup. Hingga Rabu malam, belum ada tanda-tanda kehidupan baru yang terdeteksi, meski tim tetap mempertahankan harapan bahwa ada korban yang masih bisa diselamatkan di saku udara atau celah-celah reruntuhan.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan. Relokasi sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau berada di zona merah sedang dipersiapkan, termasuk inventarisasi lahan yang lebih aman untuk pembangunan hunian baru.
Kesimpulan
Longsor di Lembang menjadi pengingat pahit bahwa wilayah pegunungan Bandung Barat tetap rentan terhadap bencana hidrometeorologi di musim hujan. Dengan 11 warga masih dalam pencarian, fokus utama saat ini adalah upaya maksimal menyelamatkan nyawa yang tersisa sambil menjaga keselamatan tim SAR. Bagi keluarga korban, hari-hari ini penuh ketegangan dan doa, sementara masyarakat sekitar diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan selama hujan masih sering turun.
Kejadian ini juga menegaskan perlunya percepatan mitigasi jangka panjang, seperti pemetaan ulang zona rawan longsor, penanaman vegetasi penahan tanah, serta relokasi bertahap warga yang tinggal di lereng curam. Sampai pencarian selesai, doa dan dukungan untuk para korban serta tim SAR menjadi yang terpenting di tengah duka yang masih menyelimuti Kampung Cikole.