BMKG: Potensi Longsor Tinggi di Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tinggi potensi longsor di wilayah Jawa Barat pada periode 12–16 Februari 2026. Curah hujan lebat yang masih berlangsung akibat pengaruh Monsun Asia aktif, ditambah kondisi tanah yang sudah jenuh air sejak Januari, membuat sebagian besar kabupaten di Jawa Barat masuk kategori risiko tinggi hingga sangat tinggi. Wilayah pegunungan seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran menjadi sorotan utama. BMKG mencatat bahwa longsor bisa terjadi kapan saja, terutama pada lereng curam dengan kemiringan lebih dari 30 derajat, dan sering dipicu hujan intensitas sedang-lebat dalam waktu singkat. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena musim hujan puncak masih berlangsung dan potensi bencana hidrometeorologi tetap tinggi. REVIEW KOMIK
Penyebab dan Wilayah Rawan Longsor: BMKG: Potensi Longsor Tinggi di Jawa Barat
Pemicu utama potensi longsor kali ini adalah akumulasi curah hujan yang tinggi sejak awal tahun. BMKG mencatat curah hujan dasarian di sebagian Jawa Barat sudah melebihi 150–300 mm, bahkan mencapai 400 mm di beberapa titik pegunungan. Tanah yang jenuh air kehilangan kekuatan kohesi, sehingga mudah longsor saat hujan tambahan turun. Daerah konvergensi angin yang memanjang dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah memperkuat pembentukan awan hujan cumulonimbus, sehingga hujan lebat sering disertai petir dan angin kencang sesaat.
Wilayah dengan risiko sangat tinggi meliputi:
Kabupaten Bogor (Cisarua, Puncak, Ciawi, Caringin, Jonggol)
Kabupaten Sukabumi (Cikakak, Cicurug, Parungkuda, Sagaranten)
Kabupaten Cianjur (Cugenang, Cipanas, Pacet, Cibeber)
Kabupaten Bandung Barat (Lembang, Ngamprah, Padalarang, Cililin)
Kabupaten Garut (Cisurupan, Tarogong Kidul, Samarang, Cibalong)
Kabupaten Tasikmalaya (Cisayong, Salawu, Cipatujah, Karangnunggal)
Kabupaten Pangandaran dan sebagian Ciamis selatan
Daerah-daerah ini memiliki karakteristik lereng curam, batuan vulkanik yang mudah tererosi, serta banyak pemukiman dan perkebunan di lereng bukit. Longsor tipe translasi dan aliran debris menjadi yang paling sering terjadi, sering menimpa jalan provinsi, rumah warga, dan lahan pertanian.
Dampak Potensial dan Imbauan BPBD: BMKG: Potensi Longsor Tinggi di Jawa Barat
Potensi longsor tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tapi juga mengganggu akses transportasi dan ekonomi lokal. Jalan nasional dan provinsi seperti jalur Puncak–Bogor, Cianjur–Bandung, serta rute selatan Garut–Tasikmalaya sering terputus akibat material longsor. Banjir bandang juga berpotensi menyusul jika longsor menutup aliran sungai. BPBD Jawa Barat sudah menyiapkan posko siaga di kabupaten rawan, lengkap dengan tim evakuasi, alat berat, dan tenda pengungsian sementara.
Masyarakat diimbau:
Hindari aktivitas di lereng curam saat hujan deras
Perhatikan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, pohon miring, atau air keruh di sungai
Siapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, dan pakaian ganti
Pantau informasi resmi melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal
Jika tinggal di zona merah, pertimbangkan relokasi sementara ke tempat aman
Pemerintah daerah diminta memastikan drainase jalan dan saluran air bersih, serta memantau sungai-sungai besar yang berpotensi meluap jika longsor terjadi di hulu.
Kesimpulan
Peringatan potensi longsor tinggi di Jawa Barat pada Februari 2026 menjadi pengingat bahwa musim hujan puncak masih membawa risiko serius bagi wilayah pegunungan. Dengan curah hujan tinggi dan tanah jenuh, longsor bisa terjadi tiba-tiba dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian materi yang besar. Kunci menghadapinya adalah kewaspadaan dini, kepatuhan terhadap peringatan BMKG, dan persiapan bersama antara masyarakat, BPBD, dan pemerintah daerah. Di tengah upaya mitigasi jangka panjang seperti reboisasi dan normalisasi sungai, langkah antisipasi sederhana di tingkat warga tetap menjadi penentu utama untuk meminimalkan dampak. Semoga periode ini berlalu tanpa insiden besar, dan masyarakat Jawa Barat bisa kembali beraktivitas dengan aman setelah cuaca stabil. Pantau terus update resmi agar selalu selangkah di depan.