AS Telah Resmi Keluar dari WHO. Penarikan diri AS dari WHO sudah diumumkan sejak Januari 2025, dengan alasan utama ketidakefektifan organisasi dalam menangani pandemi, pengaruh yang terlalu besar dari negara tertentu, dan pemborosan dana. Proses keluar memerlukan waktu satu tahun sesuai aturan konstitusi WHO, sehingga efektif 22 Januari 2026. Presiden AS menyatakan bahwa keputusan ini bukan berarti meninggalkan kesehatan global, melainkan mencari cara lebih efisien untuk berkontribusi melalui mekanisme bilateral atau inisiatif baru. Langkah ini menjadi salah satu yang paling signifikan dalam sejarah organisasi sejak didirikan 1948, karena AS menyumbang sekitar 15-20 persen anggaran tahunan WHO. Dampaknya langsung terasa di berbagai program kesehatan internasional yang bergantung pada dana dan keahlian Amerika. BERITA TERKINI
Alasan Resmi dan Latar Belakang Keputusan: AS Telah Resmi Keluar dari WHO
Pemerintah AS menyoroti beberapa poin utama sebagai dasar penarikan. Pertama, organisasi dinilai lambat dan tidak transparan dalam menangani krisis kesehatan, terutama pandemi sebelumnya. Kedua, ada kekhawatiran soal pengaruh politik yang terlalu kuat dari negara donor besar lain, yang membuat keputusan tidak sepenuhnya berbasis sains. Ketiga, kontribusi finansial AS yang sangat besar tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Selama proses satu tahun, AS tetap memenuhi kewajiban keuangan hingga akhir masa keanggotaan, tapi tidak lagi ikut dalam rapat dewan atau pengambilan keputusan strategis sejak pengumuman. Keputusan ini juga sejalan dengan kebijakan luar negeri yang lebih fokus pada kepentingan nasional, termasuk prioritas keamanan kesehatan domestik dan kerjasama langsung dengan negara mitra. Beberapa anggota parlemen dari kedua partai mendukung langkah ini, meski ada kritik dari kelompok kesehatan masyarakat yang khawatir dampak jangka panjang.
Dampak Langsung bagi WHO dan Kesehatan Global: AS Telah Resmi Keluar dari WHO
Kepergian AS langsung menciptakan lubang anggaran signifikan bagi WHO. Organisasi tersebut kehilangan porsi dana terbesar, yang memengaruhi program-program seperti vaksinasi global, pengendalian penyakit menular, dan respons darurat. Beberapa negara Eropa dan donor swasta berjanji menambah kontribusi untuk menutup kekurangan, tapi masih ada kekhawatiran soal kelanjutan inisiatif besar seperti eradikasi polio atau pencegahan pandemi berikutnya. Di sisi lain, negara-negara berkembang yang bergantung pada bantuan teknis AS melalui WHO merasa kehilangan akses langsung ke keahlian dan logistik. Beberapa analis memprediksi WHO akan lebih bergantung pada kontribusi sukarela dari negara kaya lain, yang bisa mengubah dinamika pengambilan keputusan. Secara global, ada kekhawatiran bahwa fragmentasi kerjasama kesehatan internasional akan semakin dalam, terutama jika negara lain mengikuti jejak serupa. Namun, pendukung penarikan berargumen bahwa AS bisa lebih efektif melalui kerjasama bilateral, seperti program vaksinasi langsung atau bantuan medis ke negara mitra.
Reaksi Internasional dan Prospek ke Depan
Reaksi dunia beragam. Sekjen WHO menyatakan penyesalan atas keputusan ini dan menekankan pentingnya persatuan global dalam kesehatan. Beberapa negara Eropa menyatakan kekhawatiran serupa, sementara negara-negara berkembang berharap organisasi tetap berfungsi meski tanpa AS. Di dalam negeri AS, opini terbelah: kelompok konservatif mendukung penuh karena melihat WHO sebagai entitas yang tidak efisien, sementara kelompok progresif menilai langkah ini membahayakan keamanan kesehatan global. Pemerintah AS menegaskan bahwa mereka akan terus berkontribusi pada isu kesehatan dunia melalui jalur lain, seperti dana bilateral atau organisasi regional. Ada spekulasi bahwa penarikan ini bisa memicu reformasi besar di WHO agar lebih akuntabel dan efisien. Untuk saat ini, organisasi tersebut harus menyesuaikan diri dengan anggaran yang lebih terbatas sambil mencari donor baru.
Kesimpulan
Keluarnya Amerika Serikat dari WHO menandai perubahan besar dalam arsitektur kesehatan global. Keputusan ini, yang sudah efektif sejak 22 Januari 2026, meninggalkan lubang finansial dan pengaruh yang sulit digantikan dalam waktu singkat. Meski AS menegaskan tetap berkomitmen pada kesehatan dunia melalui cara lain, kepergiannya memaksa WHO dan komunitas internasional untuk beradaptasi cepat. Dampak jangka panjang masih akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan, terutama dalam respons terhadap krisis kesehatan berikutnya. Langkah ini juga menjadi pengingat bahwa kerjasama global tidak selalu stabil, dan kepentingan nasional sering kali mendominasi. Bagi dunia, tantangan terbesar sekarang adalah menjaga solidaritas kesehatan tanpa salah satu pemain utamanya—sebuah ujian nyata bagi masa depan organisasi internasional.