Drone Rusia Menewaskan 3 Keluarga di Ukraina. Serangan drone Rusia kembali menimbulkan korban jiwa sipil di Ukraina pada awal Desember 2025, dengan laporan menewaskan anggota keluarga dalam gelombang serangan besar-besaran. Rusia melancarkan ratusan drone dan rudal, menargetkan infrastruktur energi serta area pemukiman, menyebabkan pemadaman listrik massal dan korban di berbagai wilayah. Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi perdamaian yang sedang berlangsung, tapi justru menunjukkan eskalasi dari Moskwa. Dampaknya tidak hanya merusak fasilitas vital, tapi juga menambah penderitaan warga sipil yang sudah menghadapi musim dingin keras tanpa listrik memadai. BERITA BASKET
Kronologi Serangan Drone Rusia: Drone Rusia Menewaskan 3 Keluarga di Ukraina
Pada malam 12 hingga 13 Desember 2025, Rusia mengerahkan lebih dari 450 drone serang dan puluhan rudal, menyasar tujuh wilayah termasuk Odesa, Kirovohrad, Mykolaiv, Sumy, Kharkiv, Kherson, dan Chernihiv. Serangan ini merusak belasan fasilitas sipil, termasuk pembangkit listrik dan jaringan distribusi, meninggalkan jutaan rumah tangga tanpa aliran listrik. Di Odesa, pelabuhan penting itu mengalami blackout total, memaksa warga antre air dan menghadapi suhu dingin. Pasukan pertahanan udara Ukraina berhasil menembak jatuh ratusan drone, tapi puluhan tetap mengenai target, menyebabkan kebakaran dan kerusakan luas di area pemukiman.
Korban Jiwa dan Dampak Kemanusiaan: Drone Rusia Menewaskan 3 Keluarga di Ukraina
Serangan ini menewaskan beberapa warga sipil, termasuk anggota keluarga yang menjadi korban langsung di rumah mereka. Luka-luka mencapai puluhan orang, dengan fasilitas seperti taman kanak-kanak dan klinik ikut rusak. Di wilayah selatan dan timur, keluarga kehilangan tempat tinggal dan akses dasar seperti pemanas. Situasi ini memperburuk krisis musim dingin, di mana Rusia dituduh sengaja menargetkan infrastruktur energi untuk melemahkan morale masyarakat. Ribuan keluarga terdampak pemadaman, dengan risiko kesehatan meningkat akibat dingin ekstrem dan kurangnya listrik untuk kebutuhan medis.
Respons Ukraina dan Konteks Diplomasi
Presiden Ukraina mengecam serangan sebagai upaya menghancurkan negara, bukan langkah menuju damai. Pasukan pertahanan terus memperkuat sistem anti-drone, sementara serangan balasan Ukraina ke wilayah Rusia juga dilaporkan menimbulkan korban. Di tengah pembicaraan perdamaian yang difasilitasi internasional, gelombang serangan ini dianggap sebagai sinyal keras dari Rusia bahwa mereka belum siap mundur. Upaya evakuasi dan bantuan darurat segera dikerahkan, tapi tantangan logistik besar karena kerusakan infrastruktur.
Kesimpulan
Serangan drone Rusia yang menewaskan anggota keluarga di Ukraina pada Desember 2025 menjadi pengingat tragis akan dampak perang terhadap warga sipil. Dengan fokus pada infrastruktur energi, serangan ini tidak hanya merusak fisik tapi juga menambah beban kemanusiaan di musim dingin. Meski diplomasi berlangsung, eskalasi seperti ini menjauhkan prospek damai jangka pendek. Ukraina tetap tegar mempertahankan diri, sementara dunia diharapkan terus memberikan dukungan untuk melindungi nyawa tak berdosa dan mengakhiri siklus kekerasan ini.