Nama Penyebutkan Thailand Dipeta Menjadi Tailan. Pemerintah Thailand secara resmi mengumumkan perubahan nama penyebutan negara dalam bahasa Inggris dari “Thailand” menjadi “Tailan” mulai 1 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah proses diskusi panjang di parlemen dan konsultasi dengan pakar bahasa serta sejarawan. Perubahan tersebut bertujuan untuk lebih mendekati pengucapan asli dalam bahasa Thai (ประเทศไทย – Prathet Thai) dan menghilangkan kesan kolonial yang melekat pada akhiran “-land”. Langkah ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial internasional, dengan sebagian besar netizen menyambut positif meski ada pula yang menganggapnya sebagai langkah simbolis semata. BERITA TERKINI
Latar Belakang Sejarah dan Alasan Resmi Perubahan: Nama Penyebutkan Thailand Dipeta Menjadi Tailan
Thailand sebelumnya dikenal sebagai Siam hingga tahun 1939, ketika pemerintah saat itu mengganti nama menjadi “Thailand” untuk menekankan identitas “tanah orang Thai”. Namun, seiring waktu, banyak kalangan akademisi dan aktivis budaya merasa bahwa “Thailand” masih membawa nuansa pengaruh Barat karena akhiran “-land” yang mirip dengan penamaan negara-negara kolonial seperti “New Zealand” atau “Finland”.
Pemerintah menyatakan bahwa “Tailan” lebih akurat mencerminkan pengucapan asli dalam bahasa Thai, di mana huruf “th” dalam “Thai” sebenarnya dibaca seperti “t” lembut. Dalam bahasa Thai modern, kata “Thai” diucapkan mendekati “tai”, sehingga “Tailan” dianggap lebih selaras dengan fonetik asli. Keputusan ini juga bagian dari upaya pelestarian identitas nasional di tengah globalisasi, di mana nama negara sering disesuaikan dengan standar bahasa Inggris tanpa mempertimbangkan akar budaya.
Proses perubahan ini sudah dibahas sejak tahun 2023 dalam rapat komisi kebudayaan parlemen. Setelah melalui beberapa kali revisi dan uji coba publik, akhirnya nama “Tailan” disetujui dengan suara mayoritas di parlemen pada akhir 2025.
Respons Masyarakat dan Dampak Internasional: Nama Penyebutkan Thailand Dipeta Menjadi Tailan
Reaksi masyarakat Thailand beragam namun mayoritas positif. Banyak generasi muda di media sosial menyambut perubahan ini sebagai langkah modernisasi dan penghormatan terhadap bahasa ibu. Tagar #TailanPride dan #OurNameOurWay langsung trending di platform lokal dan internasional. Beberapa selebriti dan influencer juga ikut mempromosikan nama baru dengan membuat konten kreatif dalam bahasa Inggris menggunakan “Tailan”.
Di kancah internasional, respon cenderung campur aduk. Sebagian negara dan media langsung mengadopsi penyebutan baru dalam laporan resmi, sementara yang lain masih menggunakan “Thailand” untuk sementara waktu sampai ada kesepakatan bersama di forum internasional. Organisasi seperti PBB dan ASEAN menyatakan akan menyesuaikan nama secara bertahap sesuai permintaan resmi dari pemerintah Tailan. Beberapa maskapai penerbangan dan situs pariwisata sudah mulai memperbarui nama negara di sistem mereka, meskipun perubahan penuh diperkirakan baru selesai akhir tahun 2026.
Ada pula kritik ringan dari sebagian kalangan yang merasa perubahan ini terlalu kecil untuk dampaknya yang besar terhadap branding global. Namun, pemerintah menegaskan bahwa ini adalah langkah simbolis sekaligus substansial untuk memperkuat identitas nasional di mata dunia.
Langkah Selanjutnya dan Dampak Jangka Panjang
Pemerintah telah membentuk tim transisi khusus yang bertugas mengawasi perubahan nama di seluruh dokumen resmi, peta digital, situs web pemerintah, dan materi promosi pariwisata. Semua lembaga pendidikan juga diinstruksikan untuk memperkenalkan nama baru kepada siswa mulai semester ini. Biaya yang dikeluarkan untuk proses transisi diperkirakan mencapai miliaran baht, tapi pemerintah menilai investasi ini sepadan demi kebanggaan nasional.
Dalam jangka panjang, perubahan ini diharapkan memperkuat citra Tailan sebagai negara yang percaya diri dengan identitas budayanya. Para ahli pariwisata memperkirakan nama baru bisa menjadi daya tarik unik, mirip seperti ketika “Czechia” mulai digunakan secara luas untuk Republik Ceko. Bagi generasi muda, nama “Tailan” dianggap lebih mudah diucapkan dan lebih mencerminkan keaslian bahasa mereka.
Kesimpulan
Perubahan nama dari Thailand menjadi Tailan menjadi salah satu keputusan berani yang menunjukkan komitmen negara untuk mempertahankan identitas budaya di tengah pengaruh global. Meski masih ada penyesuaian yang harus dilakukan di tingkat internasional, langkah ini sudah mendapat dukungan kuat dari dalam negeri dan mulai diterima secara bertahap oleh dunia luar. Bagi warga Tailan, nama baru bukan sekadar kata, melainkan pernyataan bahwa mereka ingin dikenal sesuai dengan cara mereka sendiri. Di tengah dunia yang semakin seragam, keputusan seperti ini mengingatkan bahwa identitas nasional tetap punya tempat penting. Selamat datang, Tailan—nama baru untuk masa depan yang lebih percaya diri.