Polda Metro Mengusutkan Laporan Demokrat Terkait SBY. Polda Metro Jaya mulai mengusut laporan yang diajukan Partai Demokrat terkait tuduhan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY terlibat dalam isu ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo. Laporan ini tercatat pada 5 Januari 2026 dengan nomor LP/B/97/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA, setelah empat akun media sosial dilaporkan karena diduga menyebarkan berita bohong. Kasus ini menjadi sorotan di awal tahun baru, di tengah polemik isu ijazah yang masih bergulir. BERITA BASKET
Latar Belakang Tuduhan dan Langkah Awal Demokrat: Polda Metro Mengusutkan Laporan Demokrat Terkait SBY
Tuduhan terhadap SBY muncul dari beberapa konten di media sosial yang mengaitkan dirinya sebagai dalang di balik isu ijazah palsu Jokowi. Konten-konten ini beredar sejak akhir Desember 2025, termasuk video dengan narasi provokatif yang menyebut SBY terlibat melalui pion atau manuver politik. Partai Demokrat merasa nama baik Ketua Majelis Tinggi partai mereka dirugikan, sehingga Badan Hukum dan Pengamanan Partai mengirim somasi terlebih dahulu pada 31 Desember 2025. Karena somasi tidak diindahkan, laporan polisi akhirnya diajukan sebagai tindak lanjut untuk melindungi citra SBY dan partai.
Detail Laporan dan Akun yang Dilaporkan: Polda Metro Mengusutkan Laporan Demokrat Terkait SBY
Laporan diajukan oleh perwakilan Badan Hukum Partai Demokrat dan mencakup empat akun spesifik. Tiga di antaranya adalah channel YouTube dengan judul video yang sensasional, seperti tuduhan korupsi besar atau SBY menjadi tersangka baru dalam fitnah ijazah. Satu akun lagi dari TikTok yang secara langsung menuding SBY berada di balik polemik tersebut. Barang bukti berupa tangkapan layar dan data digital sudah diserahkan ke polisi. Laporan ini fokus pada dugaan penyebaran informasi bohong yang bisa menimbulkan keresahan masyarakat.
Respons Polda Metro Jaya dan Proses Penyelidikan
Direktorat Reserse Kriminal Siber Polda Metro Jaya langsung menangani kasus ini setelah laporan diterima. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan objektif. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi belum terverifikasi. Kasus ini menjadi contoh bagaimana laporan hoaks di ruang digital semakin sering ditindaklanjuti, terutama yang menyeret nama tokoh nasional.
Kesimpulan
Polda Metro Jaya aktif mengusut laporan Partai Demokrat terkait tuduhan palsu terhadap SBY dalam isu ijazah Jokowi pada awal Januari 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen partai untuk membela nama baik pimpinannya melalui jalur hukum, setelah somasi tak membuahkan hasil. Di sisi lain, penyelidikan polisi diharapkan membawa kejelasan dan mencegah penyebaran hoaks lebih lanjut. Kasus semacam ini mengingatkan pentingnya tanggung jawab di media sosial, agar polemik politik tidak semakin memanaskan suasana di masyarakat.