Seorang Pemotor Tewas Ditabrak KRL di Bogor. Tragedi lalu lintas kembali terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, ketika seorang pemotor pria berusia 48 tahun bernama RC tewas tertabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di perlintasan tanpa palang pintu Desa Gintung, Kecamatan Parungpanjang, pada Kamis pagi, 8 Januari 2026. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden fatal di perlintasan sebidang kereta api, yang sering kali disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan. Korban meninggal di tempat kejadian akibat luka parah, sementara perjalanan KRL sempat terganggu beberapa saat. Kasus ini langsung ditangani polisi setempat untuk olah TKP dan investigasi lebih lanjut. BERITA VOLI
Kronologi Kejadian: Seorang Pemotor Tewas Ditabrak KRL di Bogor
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ketika korban mengendarai sepeda motor melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Bogor atau Rangkasbitung menabrak korban dari sisi kanan, membuatnya terpental dan meninggal seketika. Saksi mata melaporkan bahwa korban diduga tidak memperhatikan tanda peringatan atau bunyi klakson kereta yang sudah mendekat.
Tubuh korban terseret beberapa meter sebelum KRL berhenti darurat. Petugas dari Polsek Parungpanjang dan tim medis segera tiba di lokasi untuk evakuasi jenazah dan olah tempat kejadian perkara. Perjalanan KRL di jalur tersebut sempat tertunda sekitar 30-45 menit, menyebabkan antrean kereta di stasiun terdekat. Untungnya, tidak ada korban dari penumpang KRL, dan kereta hanya mengalami kerusakan ringan di bagian depan.
Penyebab dan Faktor Risiko: Seorang Pemotor Tewas Ditabrak KRL di Bogor
Penyebab utama diduga karena perlintasan tersebut tidak dilengkapi palang pintu otomatis maupun penjaga, sehingga bergantung sepenuhnya pada kewaspadaan pengguna jalan. Di pagi hari yang sibuk, banyak pengendara motor nekat menerobos untuk menghemat waktu, meski sudah ada rambu peringatan. Faktor lain seperti visibilitas rendah akibat kabut pagi atau kelelahan pengendara juga mungkin berperan.
Kasus serupa sering terjadi di perlintasan sebidang di Bogor dan sekitarnya, yang jumlahnya masih ratusan. Kurangnya infrastruktur pengaman seperti palang pintu atau overpass menjadi akar masalah utama. Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti, lihat, dan dengar sebelum melintas rel kereta, terutama di jalur padat seperti Parungpanjang yang dilalui puluhan KRL setiap hari.
Dampak dan Respons Pihak Berwenang
Insiden ini langsung memicu kemacetan di jalan sekitar perlintasan, karena banyak pengendara lain terhambat akses. Jenazah korban dibawa ke rumah sakit terdekat untuk visum, sementara keluarga sudah diberitahu dan proses pemakaman dilakukan hari itu juga. Pihak operator KRL menyatakan turut berduka dan akan kooperatif dalam investigasi.
Polresta Bogor Kota dan PT KCI sedang mengevaluasi keamanan perlintasan tersebut, dengan rencana penambahan rambu lebih jelas atau koordinasi untuk pembangunan palang pintu. Kampanye keselamatan lalu lintas juga akan digencarkan di wilayah rawan. Kasus ini jadi pengingat bagi semua pengguna jalan untuk prioritaskan keselamatan daripada kecepatan.
Kesimpulan
Kematian tragis seorang pemotor tertabrak KRL di Parungpanjang Bogor ini menyoroti betapa rentannya perlintasan kereta tanpa pengaman memadai. Dengan korban tewas di tempat dan gangguan perjalanan kereta, insiden ini jadi pelajaran berharga tentang disiplin berlalu lintas. Harapannya, pihak berwenang segera tingkatkan infrastruktur dan edukasi masyarakat agar tragedi serupa tidak terulang. Keselamatan di rel kereta adalah tanggung jawab bersama—pengendara harus lebih waspada, dan pemerintah percepat pembenahan fasilitas. Semoga keluarga korban diberi ketabahan atas musibah ini.