Tangis Dari Keluarga Korban Bus di Tol Semarang. Tragedi kecelakaan bus di simpang susun exit tol Krapyak, Semarang, pada dini hari Senin, 22 Desember 2025, menyisakan duka mendalam bagi banyak keluarga. Bus yang membawa puluhan penumpang dari arah Jakarta menuju Yogyakarta tiba-tiba hilang kendali, menabrak pembatas jalan, dan terguling. Akibatnya, 16 orang meninggal dunia, sementara sekitar 18 lainnya mengalami luka-luka. Kejadian ini langsung memicu kepanikan dan kesedihan, terutama saat keluarga korban berbondong-bondong mencari kabar sanak saudara mereka. Isak tangis pecah di rumah sakit-rumah sakit tempat korban dirawat dan jenazah disemayamkan. MAKNA LAGU
Kronologi Kejadian: Tangis Dari Keluarga Korban Bus di Tol Semarang
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 00.45 WIB di area tikungan ramp exit tol Krapyak. Bus melaju dengan kecepatan cukup tinggi saat memasuki turunan dan tikungan tajam. Diduga sopir kehilangan kendali, sehingga kendaraan menghantam pagar pembatas beton sebelum terguling hebat. Badan bus ringsek parah, membuat banyak penumpang terjepit di dalam kabin yang penuh pecahan kaca. Tim SAR gabungan segera dikerahkan, dan proses evakuasi berlangsung sulit hingga pukul 04.00 WIB. Seluruh korban berhasil dikeluarkan, tapi banyak yang sudah tak bernyawa saat ditemukan. Penumpang sebagian besar sedang tertidur, sehingga benturan datang secara mendadak tanpa persiapan.
Tangis Pecah di Rumah Sakit: Tangis Dari Keluarga Korban Bus di Tol Semarang
Suasana haru dan pilu menyelimuti rumah sakit-rumah sakit di Semarang, seperti RSUP Dr Kariadi dan RS Tugu, sejak pagi hari. Keluarga korban dari berbagai daerah, terutama Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta, ramai mendatangi posko identifikasi yang dibuka polisi. Salah satu momen mengharukan terjadi saat seorang pria mencari lima kerabatnya yang ikut dalam perjalanan itu. Saat petugas menyampaikan bahwa tiga di antaranya meninggal dan dua lainnya masih dalam proses identifikasi, pria tersebut langsung menangis histeris. Tangis serupa pecah di mana-mana, saat keluarga lain menerima kabar duka. Proses identifikasi jenazah berlangsung intensif, dengan tim forensik memastikan data sebelum jenazah diserahkan.
Dampak dan Penanganan Korban
Dari total sekitar 34 penumpang, dampak kecelakaan ini sangat berat. Korban meninggal mencapai 16 orang, termasuk beberapa dari satu keluarga. Sementara itu, korban luka dirawat intensif di beberapa rumah sakit, dengan biaya pengobatan ditanggung pemerintah provinsi. Polisi membuka posko khusus untuk keluarga, termasuk pengantaran jenazah ke kampung halaman. Santunan juga disiapkan untuk para korban. Sopir dan kernet selamat, meski mengalami syok berat, dan sedang diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti, termasuk kemungkinan faktor kelelahan atau kondisi kendaraan.
Kesimpulan
Kejadian ini kembali mengingatkan betapa rapuhnya keselamatan di jalan raya, terutama saat musim liburan dengan lalu lintas padat. Duka mendalam dari keluarga korban menjadi pelajaran bersama agar lebih waspada dalam berkendara. Penyelidikan sedang berlangsung untuk mencegah tragedi serupa terulang. Semoga para korban yang meninggal khusnul khotimah, dan yang luka segera pulih kembali berkumpul dengan keluarga. Keselamatan tetap prioritas utama bagi semua pengguna jalan.